Seorang sahabat dan ayah telah pergi ke Surga
by admin on Jun.14, 2009, under Photo Session
Hari ini, sabtu juni 13, 2009, telah pergi meninggalkan saya seorang sahabat dan sekaligus seorang ayah, Abah Suhiyar, telah wafat dan menjumpai Sang Khaliq.
Cukup tercengang juga saya saat menerima kabar dari sahabat saya, Bonsai, yang kebetulan berada di Bogor pagi ini, mengatakan bahwa abah Suhiyar telah wafat di Surabaya setelah shalat subuh. Antara percaya dan tidak percaya saya harus menerima kabar ini. Tidak percaya karena saya tahu Abah Suhiyar yang juga adalah purnawirawan Mayjend TNI AU sangatlah sehat bagi orang seusianya yaitu 60 tahun. Beliau adalah ayahanda sahabat saya Lolan dan Rian, dimana kita bertiga dahulu menghabiskan waktu bersama baik suka dan duka dalam beberapa ekspedisi pendakian gunung dan pemanjatan tebing. Dan dari Abah Suhiyar pula kita didukung penuh dari sisi logistik dan peralatan yang saat itu tidak mungkin kita mampu membelinya.
Yang masih teringat sampai saat ini dalah saat saya menghancur leburkan kamera Minolta milik abah beserta lensanya saat melakukan pemanjatan di dinding utara Gunung Spikul, Watulimo, Trenggalek. Saat itu kamera terjatuh dari ketinggian 250 meter dan jatuh tidak berbentuk gara-gara saya lupa mengaitkannya ke karabiner. Saat kita melaporkannya, Abah hanya bilang itu sudah resiko kita, dan kita harus memperbaikinya sendiri dan harus kembali utuh ke tangannya. Dan saya masih ingat bagaiman kita merakitnya serpihan-serpihan plastik kamera dengan menggunakan lem SuperGlue, ah benar-benar konyol. Tapi Abah menerima usaha kita dan mengatakan bahwa kamera itu untuk kita saja, alhamdulillah.
Masih teringat pula, bagaimana kita juga selalu diingatkan saat shalat tiba, dan bersama shalat berjamaah. Saat kita sekali-kali mencoba lari saat waktu shalat tiba, dan saat itu pula Abah dengan teriakannya ala militer memanggil kita untuk shalat, dan akhirnya kita dengan bergidik daripada di gampar, untuk shalat berjamaah bersama beliau.
Kini, Abah Suhiyar telah kembali menemui Sang Khaliq. Dan saat ini pula saya tersadar, bahwa saya telah kehilangan figur Ayah dan sahabat sejati.
Semoga Allah mengampuni dan menerimanya di Surga yang telah dijanjikan Nya.
Bogor, 13 June 2009
